Oleh: Mohammad Izzar Rosyadi, BW’14

 

“Kiri Kanan, kulihat saja
banyak pohon akasia..”

Yap.. begitulah yang kuamati di sekitar KIIC (Karawang International Industrial City) di Karawang, Jawa Barat dalam kuliah lapangan (kulap) Ekologi Industri. Di wilayah ini, pohon yang mendominasi adalah Acacia mangium, ada juga spesies A. auriculiformis yang daun semunya lebih langsing dan bengkok seperti bulan sabit .
Emang tadi banyak fokusnya di industri-industri yang di tempat ini sih, tapi entah kenapa fokus saya malah ke pohon-pohon yang ada di sini hehe.. Walaupun akhirnya kami mengunjungi “Telaga Desa” yang merupakan wisata botani di kawasan industri ini. Termasuk bagian dari kebijakan bahwa kawasan industri harus ada minimal 10% ruang terbuka hijau.

Yap… karena akasia ini merupakan salah satu jenis tumbuhan pionir. Dia mudah tumbuh di tempat kering bahkan dengan kondisi tanah yang sangat buruk sekalipun! Dan ternyata, telaga desa ini dulunya sangat gersang, kondisi tanahnya kurang bagus (termasuk seluruh kawasan industri KIIC). Akasia ini selain cepat tumbuh juga pengikat nitrogen. Makanya, menurut penuturan petugas di sini, pohon akasia lah yang pertama kali ditanam di Telaga Desa ini. Ya bisa dilihat di gambar 4, kondisi awal telaga desa ini. Dan gambar 5 salah satu teknik penanamannya.

———————–
“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang diantara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat maka hendaklah dia menanamnya.”
(Muhammad (saw) dalam HR. Imam Ahmad)
———————–

Akasia, si Pionir di KIIC

3 thoughts on “Akasia, si Pionir di KIIC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *